Tuesday, December 30, 2014

Para wanita ini menantang maut dengan seutas tali

A. Fenomena


Menggemari olahraga atau hobi yang unik memang memiliki tantangan tersendiri. Selain menantang adrenalin, hobi yang unik membuat penggemarnya merasakan sensasi yang berbeda. Salah satu aktivitas outdoor ini membuat yang melihatnya berdebar adalah slackline. Apa itu slackline? slackline adalah aktivitas meniti sebuah tali yang terbentang di antara dua tebing yang tinggi. Wah mendengar deskripsinya saja sudah bikin deg-degan, apalagi melihat aksinya ya!

Slackliners profesional, Emily Sukiennick dan Hayley Ashburn melakukan slackline di tebing tinggi dengan ketinggian yang bisa membuat Anda kaget luar biasa, 3300 kaki ladies! Emily dan Hayley membentangkan tali panjang di antara dua tebing yang berada di Yosemite National Park. Tanpa perlindungan tubuh ekstra, mereka mulai meniti tali ini dan melakukan beberapa gerakan akrobatik lho!

"Saya tidak merasa takut karena sudah banyak berlatih sebelumnya. Justru saya yakin saya bisa melakukan slackline di ketinggian ini" ucap Hayley. Menggunakan baju khusus untuk slackline, Hayley dan Emily membuat yang melihat takut sekaligus kagum. Dua orang wanita ini berhasil melakukan slackline setinggi itu, tanpa bantuan alat khusus sedikitpun!

inilah foto mereka saat melakukan slackliners.



B. Teori
Menurut Zuckerman, sensation seeking dideskripsikan sebagai keinginan untuk bervariasi/beragam, baru, kompleks/rumit, sensai yang intens dan pengalaman serta kesukarelaan dalam mengambil resiko secara fisik, sosial, legal, dan secara financial demi sebuah pengalaman.

Dengan menggunakan metode factor analysis, Zuckerman (1983) mengidentifikasikan kedalam empat komponen dari sensation seeking :

1.  Thrill and adventure seeking, keinginan untuk terikat dalam aktivitas fisik yang melibatkan kecepatan bahaya, dan hal yang menantang gravitasi seperti bungee jumping, parachuting dan scuba diving.
2.  Experience seeking, mencari pengalaman baru melalui perjalanan, lagu, seni.
3.  Disinhibition, kebutuhan untuk terbebas dari halangan aktivitas sosial (liar)
4.  Boredom susceptibility, ketidaktoleran terhadap pengalaman yang berulang-ulang, rutinitas kerja, dll.


C. Pembahasan
Zuckerman menjelaskan bahwa seseorang yang mempunyai sensasi seeking merupakan orang yang mempunyai keinginan tinggi untuk menemukan sebuah pengalaman baru walau harus mengambil resiko yang tinggi. dalam kasus di atas dimana profesional slackliners yang bernama Emily Sukiennick dan Hayley Ashburn mereka membentangkan tali panjang di antara dua tebing yang berada di Yosemite National Park, California AS.Tanpa perlindungan tubuh ekstra, mereka mulai meniti tali ini dan melakukan beberapa gerakan akrobatik di ketinggian 3300 kaki.

Dalam kasus di atas dapat di lihat bahwa mereka mempunyai sensation seeking yang tinggi. Aksi mereka tersebut termaksud dalam thrill and adventure seeking karena mereka berani menantang bahaya dimana mereka dengan beraninya melewati serta melakukan akrobatik di atas seutas tali dengan ketinggian 3300 kaki tanpa menggunakan alat bantu khusus. aspek experience seeking juga terlihat dari keinginan mereka ingin mencari mengalaman baru dengan perjalan mereka yang tidak biasa dengan memanjat tebing dan menyebrang dari satu tebing ke tebing yang lain hanya dengan seutas tali. Dan yang terahir aspek boredom susceptibility mereka juga terlihat dimana mereka lebih memilih menjadi atlet slackliners dari pada bekerja di kantor atau mengerjakan pekerjaan yang biasa di kerjakan wanita pada kebanyakannya.

Referensi: 
http://selalutangguh.com/artikel/gila-para-wanita-ini-menantang-maut-dengan-seutas-tali/
http://www.vemale.com/ragam/30651-tanpa-takut-para-wanita-ini-meniti-tali-di-ketinggian-3300-kaki.html
Schultz dan Schultz. 2005. theories of personality

Sunday, April 13, 2014

Analisis Wawancara Paedagogi



Bab 1
Pendahuluan
            Pendidikan adalah pembelajaran terhadap pengetahahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) Pendidikan itu adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya
            Pendidikan  sudah terjadi sejak bayi dan berlangsung sepanjang umurnya. Pendidikan biasanya terjadi di bawah bimbingan orang lain atau guru, tetapi ada juga pendidikan yang secara secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan biasanya dapat dibagi menjadi tahapan seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas.
            Pada jaman sekarang ini guru memiliki peranan penting dalam pendidikan karena biasanya ilmu di dapat dari guru. Seperti pada pendidikan formal murid-murid mendapatkan ilmu pengetahuannya dari guru mereka. Peran guru sebanarnya bukan hanya sebagai guru namun juga sebagai motivator untuk murid mereka tapi juga bisa menjadi teman berbagi ilmu maupun permasalahan yang mereka hadapi.
            Dalam pendidikan guru juga menjadi fasilitator dalam pembelajaran agar murid-murid dapat mengembangakan pengetahuan yang mereka miliki serta mengembangkan kemandirian mereka. Sehingga siswa juga dapat mencapai pemikiran yang lebih baik dan pmahaman yang mendalam tentang ilmu pengetahuan yang mereka miiliki.
           

Bab 2
Hasil wawancara
A.    Identitas Guru
Nama                           :  DC
Usia                             : 52 tahun
Jenis Kelamin              : Perempuan
Tempat Mengajar        : SMA swasta Iskandar Muda
Pengajar                      : Guru Bahasa Inggris
Tempat wawancara     : Rumah Ibu DC
Tanggal wawancara    : 29 Maret 2014

B.     Hasil Wawancara
Bagaimana pandangan ibu tentang pendidikan?
Masih banyak yang harus di benahi karena kurikulum saat ini pun belom tetap, hamper setiap tahun berubah. Tahun ini saja kurikulum sudah berubah lagi sudah memakai kurikulum 2013. Kurikulum 2013 ini berdeda lagi dengan kurikulum KTSP.
Apa motivasi yang mendasari ibu dulu mau mengajar?
Motivasi saya dulu hingga mau mengajar seperti sekarang ini Karena saya senang melakukan penelitian terhadap pola belajar siswa yang berbeda-beda, serta guru adalah pekerjaan yang banyak membantu orang lain dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Orang tua saya juga seorang guru jadi saya juga terinspirasi dari orang tua saya. Dan saya juga senang melihat siswa-siswa yang ada di sekolah.
Bagaimana pandangan ibu sebagai pengajar dalam melihat siswa-siswa ibu di sekolah?
Masih banyak butuh pendekatan dengan siswa siswi di sekolah agar tahu kesulitan yang mereka hadapi dalam belajar. Banyak siswa memiliki bakat tapi di tentang orang tua tidak boleh melakukan pilihan mereka tapi harus ikut perintah orang tuanya.

Apa filosofi ibu dalam mengajar?
Siswa mendapat sesuatu yang berarti buat mereka di masa yang akan datang serta siswa harus lebih pintar dari ibu biar ada kemajuan dalam hidup mereka.
Pendekatan apa yang ibu gunakan dalam mengajar?
Pendekatan secara langsung hubungan ibu dengan anak, karena kebanyakan anak yang menginjak remaja tidak dekat dengan orang tuanya karena rahasia mereka. Jadi anak lebih sering curhat sama guru. 

Bab 3
Pembahasan
                Pengertian guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar. Menurut pengertian di atas, tugas utama seorang guru adalah mengajar, yaitu membuat orang lain memahami sesuatu yang belum dipahami sebelumnyan namun sebenarnya tugas guru bukan saja menjadi pengajar namun juga sebagai contoh atau teladan bagi muridnya. Sehingga sebenarnya guru juga memgang peran sebagai pembentuk karakter bagi anaknya.
                Ibu DC adalah guru bahasa Inggris pada saat saya SMA dia merupakan guru yang cukup terbuka dengan pendapat dan masukan dari orang lain. Sehinnga dulu kami sering berbgai ilmu, dan dalam beberapa kali pembelajaran dia akan membuat membuat suatu forum diskusi, disana kita boleh bercerita di depan teman-teman atau mau bercerita hanya empat mata dengan dia dia pasti akan mendengarkan dan memberi solusi jika diperlukan.
                Dalam mengajar ibu DC ini mempergunakan paedagogi modern dalam pembelajaranya. Karena dia biasanya akan memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang apa yang akan dia ajarkan dan kemudian kami akan membuat contoh tentang apa yang telah dia ajarkan.  Pada saat kami membuat contoh tersebut dia akan berkeliling untuk melihat pekerjaan kami. Dan setelah semua selesai dia akan memberi kesempatan kepada murid-muridnya untuk membacakan contoh yang telah muridnya buat.
                Ibu DC ini juga dia tidak mau melanjutkan pelajarannya ke materi selanjutnya sebelum murid-muridnya mengerti pada materi itu. Ini juga membuktikan kalau ibu DC menggunakan pengajaran paedagogi karena dia tidak membiarkan murid-muridnya tidak mengerti dan memcari tau sendiri, sehingga dia akan menanyakan kepada muridnya sampai mereka menegerti. Sehingga pelajaran yang dieroleh sebenarnya sering tertunda.
                Paedagogi modern bukan hanya sebatas seni mengajar saja namun mengamit dimensi sebagai seni, teori dan praktik dalam mengajar. Paedagogi yang yang efektif akan menggabungkan alternative strategi pembelajaran yang mendukung keterlibatan intelektual, memiliki dengan dunia yang luas, lingkungan kelas yang kondusif, dan pengakuan atas perbedaan penerapan pada semua pebelajaran.

Bab 4
Kesimpulan
Paedagogi adalah sebuah cara pengajaran untuk anak-anak yang dimana anak-anak masih harus di bimbing dalam pembelajaranya. Pada paedagogi modern pengajaran bukan lagi sebatas seni dalam mengajar, tapi paedagogi juga menerapkan teori dan praktik dalam mengajar dam belajar. Tugas guru bukan hanya sebagai pengajar, namun juga sebagai fasilitator agar anak dapat menginformasikan ilmu pengetahuan yang mereka ketahui dan juga merangsang mereka untuk mencapai pembeljaran yang baik. Dan sisiwa juga di tuntut untuk mengembangan kemandiriannya dan inisiatif dalam memperoleh pegetahuan serta kerterampilan.
 

Bab 5
Saran
Saran kepada ibu DC agar tetap bisa mengajar lebih baik lagi. jangan terlalu banyak menunda materi. Karena sebenarnya murid-murid seharusnya sudah bisa mandiri dengan belajar sendiri dirumah. Dan juga saran untuk orang yang lebih berwenang dalam membuat dan menentukan kurikulum pembelajaran, seharusnya kurikulum pembelajaran itu di tetapkan segara menerus, jangan berubah setiap tahunnya karena pengajar dan murid juga akan merasa bingung.

Daftar Pustaka
Danim, Prof. Dr. Sudarwan. 2013. Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi. Bandung : Alfabeta

Paedagogi



            pedagogi berasal dari bahasa Yunani, yaitu paidos yang berarti anak, dan ago yang berarti memimpin. Jadi pedagogi itu artinya adalah proses pembelajaran yang berpusat untuk mendidik anak-anak. Terdapat perbedaan pedagogi dan pedagogik. Pedagogi adalah pendidikan yang lebih kepada praktik sebagai pengajar sedangkan pedagogik ilmu mendidik dan lebih menekannkan pada kognitifnya. Namun pada dasarnya ahli paedagogi itu belum bisa dikatakan sebagai guru dan guru juga belum tentu seorang ahli paedagogi. Pada metode pedagogi tidak ada batasan usia untuk menggunakannya karena batasannya sendiri adalah usia mental seseorang jadi tidak menutup kemungkinan orang dewasa masih menggunakan metode pedagogi.
            Konsep paling tradisional dari paedagogi bermakna suatu study tentang bagaimana menjadi guru. Menjadi guru yang hanya memberikan ilmu dan pengetahuan kepada anak. Awalnya kata paedagogi bermakna cara  bagaimana seseorang mengajr atau seni dalam mengajar. Belakangan ini istilah paedagogi secara umum diberi makna yang lebih luas, yaitu merujuk pada strategi pembelajaran, dengan titik tekan pada guru dalam emngajar.
            Paedagogi modern sekarang ini bukan lagi memposisikan paedagogi sebagai sebatas seni dalam mengajar dan mengasuh anak saja. Tapi paedagogi sebagai ilmu dan paedagogi sebagai seni sehingga paedagogi abad 21 akan mempunyai dimensi seni, teori, dan teknik mengajar dan belajar. Pada jaman sekarang guru tidak lagi hanya memberikan pelajaran kepada muridnya, namun guru merangsang, mengawasi, dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai pembelajaran yang berhasil. Guru di tempatkan sebagi sentral dalam pembelajaran. Dalam pembelajarannya sisiwa juga di tuntut untuk mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mereka.
Kreteria guru yang baik adalah:
·         Ksatria
Mengakui kesalahan ketika kita memang melakukan kesalahan. Ketika pengajar melakukan kesalahan, dan anak-anak sadar akan kesalahan pengajar atau guru maka ia akan langsung mengakui dan minta maaf terhadap anak atau murid-murid tersebut. Hal ini pun tampak saat pengajar melakukan kesalahan ia mengatakan maaf dan bilang apa yang menjadi kesalahannya.
·         Jujur
Memberitahu siswa tentang kebenaran dan menjelaskan tindakan dengan alasan situasi.
·         Disiplin
Menunjukkan kontrol diri dan dapat diandalkan untuk  melakukan hal yang benar dalam setiap situasi. Kita tahu menjaga sekaligus mengajar anak bukanlah hal yang mudah, disini kita harus belajar mengontrol diri, mulai dari emosi dan sikap serta dapat diandalkan
-          Penyayang
Menunujukkan diri benar-benar peduli dengan siswa secara pribadi dan profesional. Ini merupakan hal penting.
·         Integritas
Selalu melakukan apa yang dikatakan apapun konsekuensinya. Jadi, ketika pengajar mengatakan apa yang dikatakannya harus sesuai dengan apa yang dilakukan. Karena saat mengajar, pengajar adalah teladan bagi muridnya.
·         Antusias
Tampil bersemangat dan percaya pada apa yang. Ketika pengajar bersemangat maka semangat itu akan tertransfer ke murid-muridnya sehingga murid juga akan bersemangat dengan pengajar yang memerankannya dengan sangat baik
·         Motif bagus
Menjadikan siswa selalu pada prioritas nomor satu. Kita harus ingat bahwa ketika mengajar , focus kita adalah peserta didik kita. Memang sederhana, seandainya seorang pengajar didepan tanpa sengaja membuka handphone untuk alasan tertentu ini secara tidak sengaja menganggu focus anak-anak
·         Komitmen
Menunjukkan semangat dan semangat untuk menyampaikan materi secara tuntas. Sulit ataupun mudah , repot ataupun simple suatu materi, harus dapat dikerjakan secra tuntas. Sampai tuntas tidak sekedar selesai, namun anak memang mengerti, dan pengajar memang bisa mengenai sasaran dari pembelajaran itu.